Sekilas Tentang Handry Satriago

sekilas tentang Handry Satriago
Sumber Gambar facebook.

Seklias Tentang Handry Satriago – Melawan keterbatasan, keputusasaan dan berjuang dari usia 18 tahun adalah hal yang sangat luar biasa. Semangat dan dukungan dari ke dua orang tua untuk tidak meratapi kekurangan menjadikan landasan yang sangat kuat bagi Handry Satriago agar berhasil menggapai tujuan dan impiannya. Berikut adalah tulisan Handry Satriago yang saya dapatkan dari telegram group.

Selamat Mendorong Mobil Anda

Umur 18 tahun adalah umur dimana terakhir kali saya bisa berdiri. Ketika hal itu terjadi, saya merasa dunia gelap, saya marah pada Tuhan, saya marah pada semua hal, saya frustrasi luar biasa, saya mengurung diri di kamar berhari-hari, nggak mau ketemu orang

.Hingga akhirnya ayah saya mendobrak pintu kamar itu. Kemudian ayah membuka jendela, duduk di dipan, dan berkata, Nak, Papa hanya ingin menyampaikan satu hal: hidup ini pilihan.

Kalau kau memilih gak mau ngapa-ngapain, tidur aja di sini, ya gak papa. Kami sebagai orangtua paling bisa mendukungmu.

Tapi kalau itu pilihanmu, seumur hidup kau akan selalu merasa sedih. Karena kau akan selalu bandingkan hidup kau dengan hidup orang lain. Dan setiap hari kau lihat orang lain mampu melakukan sesuatu yang dulu bisa kau lakukan, maka kau akan sedih.

Pilihan Kedua

Ada pilihan kedua nak. Itu seperti mendorong mobil di jalanan yang terjal. Gak boleh berhenti, karena kalau berhenti, mobilnya turun lagi. Harus terus didorong.

Kalau kau capek, gak papa, pelan saja, tapi terus dorong. Jangan berhenti. Dulu kau suka manjat tebing, gak mungkin kau panjat tebing di kamar ini. Kau suka main teater, gak cukup kau main teater di kamar ini. Kau suka menangkap kupu-kupu, gak masuk banyak kupu-kupu ke kamar ini.

Hanya itu yang dikatakan ayah. Setelah itu beliau pergi ke kantor.

Sepuluh menit sesudah itu, saya keluar dari kamar. Saya bilang ke ibu saya, Ma, saya ingin sekolah. Tolong panggilkan taksi.

Sejak hari itu, saya dorong mobil saya. Susahnya setengah mati. Tapi kalau saya tidak berani dorong mobil itu, gak sampai saya di sini. Gak mungkin saya bisa lihat lagi kampung saya di Payahkumbuh itu, gak mungkin saya bisa lihat Lombok, New York, Paris, Gorontalo, dan seterusnya, karena untuk naik pesawat saja susahnya setengah mati.

Saya kemudian menamatkan SMA. Saya bisa kuliah S1 di Institut Pertanian Bogor pada 1993 dalam bidang Teknologi Agroindustri. Saya bisa sekolah master di bidang managemen dari IPMI, Jakarta, dan MBA dari Monash University, Australia pada 1994.

Saya mendapatkan gelar doktor di bidang strategic management dari Universitas Indonesia.

So teman-teman, setiap orang pasti punya kesusahannya. Anda pasti punya kesusahan masing-masing. Dan hanya ada bagian kesusahan yang dibuat oleh Allah untuk Anda sendiri untuk dihadapi.

Berhentilah berharap orang lain mengerti apa yang anda susahkan, karena gak bakalan. Satu-satunya cara adalah menghadapinya. Ketika anda berani hadapi itu, maka ada sebuah kekuatan yang diberikan oleh yang Maha Kuasa yang tidak diberikan kepada semua orang. Kekuatan itu adalah kekuatan memantul balik.

Yang membuat anda memantul tinggi setelah anda dihempaskan ke bawah. Jangan pernah takut pada kesusahan yang Anda hadapi. Apapun itu, jangan pernah menyerah. Selamat mendorong mobil Anda,”

HANDRY SATRIAGO

CEO General Electric Indonesia

 

Sumber artikel

Telegram Pak Mardigu Wowiek P.

Tags:
 
Next Post

Ulasan Big Bad Wolf 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.