Cerita Subuh

Cerita Subuh

Mesjid Alfalah

Sekitar pukul 4.30 WIB, selalu membiasakan diri untuk bangun dan bergegas sholat subuh. Sekuat tenaga dikerahkan dengan menggunakan sepeda motor untuk menuju mesjid, sholat berjamaah. Rasa dingin dan kantuk yang belum hilang harus dilawan. Jika melihat kondisi lingkungan rumah, sangatlah dimudahkan untuk pergi sholat berjamaah di pagi hari. Lampu penerangan jalan ada dimana-mana, tidak gelap gulita.

Saat menelusuri jalanan, suasana sekitar masih sangat sepi, hanya terlihat beberapa orang pria dan wanita berjalan menuju mesjid. Tidak banyak kenderaan yang melewati jalanan utama. Pertokoan masih tutup, demikian juga komplek perumahan. Kecuali beberapa mini market dan warnet yang buka 24 jam. Terkadang terlihat juga beberapa pemulung mencari sesuatu yang bisa dijadikan uang di tumpukan tong sampah di pinggir jalan.

Sesampainya di mesjid, beberapa kenderaan bermotor dan mobil sudah parkir. Jamaah yang terlebih dahulu tiba terlihat ada yang sedang mengambil air wudu, melaksanakan sholat sunat, membaca Al-Quran dan Iā€™tikaf sambil menantikan waktu azan tiba. Mayoritas jamaah di dominasi oleh orang tua dan usia lanjut. Belum begitu banyak jamaah usia muda. Para jamaah sholat subuh sebahagian besar sudah saling kenal. Mesjid tersebut cukup besar, halaman cukup luas, suasana begitu asri dengan adanya beberapa pohon di sekitarnya. Selain itu, mesjid tersebut tidak hanya didatangi penduduk sekitar tetapi dari luar lingkungan tempat tinggal yang jauh juga turut hadir menyemarakkan subuh berjamaah.

Shalat subuh adalah salah satu sholat fardhu dengan banyak keutamaan di dalam menjalankannya. Beberapa keutamaan tersebut adalah :
1. Dilapangkan rejeki
2. Kunci kemenangan
3. Lebih baik dari dunia dan seisinya
4. Sebagai penyelamat dari siksa neraka

Baca  Tahun Baru 2017

Melihat keutamaan shalat subuh yang terkandung di dalamnya, merasa rugi jika meninggalkan shalat. Diperlukan keteguhan hati yang besar agar tetap bisa menjalankan secara konsisten. Tentulah lebih nyaman melanjutkan tidur malam, menarik kembali selimut dan tetap berada di kasur yang empuk dari pada berjuang bangun menunaikan sholat. Mengikuti hawa nafsu pastilah tidak ada habisnya sementara hidup di dunia hanya sementara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *