Jangan Mau Dibohongi (Investasi Bodong)

By | January 2, 2017

jangan mau dibohongi (investasi bodong)

Masih segar dalam ingatan kasus penggandaan uang yang melibatkan banyak kalangan, mulai dari kalangan masyarakat biasa bahkan sampai golongan cendikiawan. Dengan iming-iming yang sangat menjanjikan uang yang disetor akan kembali dengan jumlah yang sangat banyak tanpa perlu bersusah payah dan bekerja keras. Banyak yang tergiur dengan hal tersebut bahkan menjurus kehilangan logika untuk berfikir bagaimana proses tersebut dapat terjadi.

Sebelumnya juga terdapat beberapa kasus yang mirip tetapi dengan kemasan yang berbeda. Kedok yang digunakan berupa perusahaan investasi, jual beli voucher, badan koperasi bahkan kegiatan praktik supranatural dan keagamaan digunakan untuk menjerat nasabah baru. Bagaikan mati satu tumbuh seribu. Selalu siap menjerat investor baru untuk menjadi mangsa. Pada umumnya skema investai bodong memiliki kesamaan karena menggunakan skema ponzi (money game) dan konsep multi level marketing (MLM). Aliran dana dari nasabah baru akan digunakan untuk membayar bonus nasabah lama yang terlebih dahulu bergabung begitu seterusnya sampai pada titik tertentu sistem tersebut akan hancur dengan sendirinya karena tidak ada nasabah baru yang bergabung.

Dari uraian di atas seharusnya modus dan pola investasi bodong dapat diketahui secara cepat. Akan tetapi masih ada juga kalangan masyarakat yang terkecoh hingga menjadi korban investasi bodong tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan kenapa masyarakat bisa kembali terjerat investasi bodong.

Masalah mindset (pola pikir) masih menjadi hal yang dominan. Masyarakat gampang tergiur dengan iming-iming dan imbalan hasil keuntungan yang tinggi. Nafsu ingin cepat kaya dengan cara instan tanpa bersusah payah menguasai alam bawah sadar. Semua hal yang berkaitan dengan berpikir kritis tentang dana yang akan diberikan kepada jenis investasi tersebut hilang dengan sendirinya.

Faktor ketertarikan lainnya adalah saat perusahaan investasi bodong tersebut dapat merekrut para tokoh masyarakat yang sudah dikenal baik. Tentunya hal ini akan semakin memudahkan perusahaan investasi bodong tersebut untuk menarik simpati calon nasabah (baca:korban) baru. Pemilik perusahaan investasi bodong kadang foto bersama dengan tokoh cendikiawan atau tokoh masyarakat. Kelak foto tersebut diklaim sebagai pembenaran terhadap aksinya untuk menjerta korban.  Pemilik perusahaan investasi bodong dengan mudahnya berkata bahwa Bapak A adalah pelindung perusahaannya dengan kata lain berinvestasi di perusahaan miliknya akan aman-aman saja. Sudah banyak berita mengenai hal ini.

Harus dihapus dalam memori, hilangkan secepat mungkin pola pikir investasi yang cenderung menghilangkan akal sehat (Baca: serakah) yakni mengejar keuntungan yang tinggi dalam waktu yang singkat ditambah dengan adanya tokoh masyarakat yang ikut bergabung dalam investasi yang ternyata bodong.

Sebagi pembuka di tahun 2017, mari kita bijak dan cerdas dalam berinvestasi dan jangan mau dibohongi..!

 

3 thoughts on “Jangan Mau Dibohongi (Investasi Bodong)

  1. D"jam

    sekarang investasi piara semut rang rang dg bunga 40% per 6 bl.gmn tu mas brow?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *